Senin, Januari 12, 2009

Demam Facebook

Pertengahan semester yang baru saja berlalu, tepatnya kapan lupa, saya mulai join Facebook. Awalnya ragu-ragu karena Friendster saja sudah tidak lagi terjamah, kalau punya satu lagi apa jadinya. Begitu pikir saya awalnya. Tapi karena suami saya sangat semangat dalam berpromosi, maka akhirnya saya coba: nothing too loose.

Dari lihat tampilannya, rasanya lapang, bersih, minimalis, aplikasi-aplikasi menarik yang dapat digunakan dengan mudah, informatif, dan ide-ide kerjasama antara teman menarik. Hal pertama yang membuat saya kagum adalah ketika saya mendapat informasi pada saat mengarahkan mouse ke foto. Ini karena ada tag-tag yang diberikan pada foto itu. Setiap orang yang mendapat tag pada foto itu akan menerima tampilan foto tersebut di dinding pribadinya. Fascinating!!
Lebih lagi, setiap orang yang dapat akses ke foto tersebut dapat memberi komentar. Perang komentar adalah hal yang menghibur dan menimbulkan kecanduan. Siapapun yang punya akses terhadap foto dapat menempatkan tag. Dengan begini, kalau ada orang lain tahu oknum-oknum yang kita tak kenal atau lupa pada foto tersebut, orang yang tahu dapat membantu.
Hal sederhana yang luar biasa. Ngobrol dengan cara lain.

Perang komentar tidak hanya pada foto, tapi pada status yang dapat diubah-ubah sesuai dengan keinginan kita. Status ini betul-betul mengusik kita untuk menampilkan situasi, perasaan, kegiatan dan permasalahan yang kita hadapi. Tanpa disadari, kita jadi terbuka kepada orang lain, dan membuat orang lain terlibat dalam kehidupan kita. Tidak hanya orang-orang yang kita temui sehari-hari, tapi juga orang yang jauh dan jarang kita temui. Dengan begitu, banyak cara untuk menyapa orang. Termasuk menulis sapaan pada dinding teman kita, dengan aplikasi WALL. 

Menemukan teman lama adalah hal yang paling mengharukan. Di Facebook saya sudah menemukan teman-teman jaman SD dan SMP setelah terpisah 20 tahun  lebih. Hiks.. hiks.. hiks... mengharukan betul, sampai menitikan air mata dan tertawa bahagia ketika akhirnya kami dapat langsung bicara lewat telpon, atau chatting dengan aplikasi lain sampai tengah malam. Belum lagi bernostalgia lewat foto-foto tempat tinggal kami dulu yang sekarang sudah tak berpenghuni dan terbengkelai, sekolah dan guru-guru SD kami yang sudah tua. Astaga, betapa kehidupan masa kecil kami dulu sungguh indah tak terkira. Bersyukur betul.

[........hening dulu... karena sedang terharu..................]

Nah, kalau ingin berbagi tulisan: puisi, artikel, temuan, link, berita/informasi terbaru, pengumuman, sindiran, luapan hati, dan sebagainya aplikasi NOTES dapat dimanfaatkan. Ini adalah aplikasi yang buat saya jadi alasan buat saya bahwa saya tetap bekerja walaupun ONLINE DI FB. Lewat Notes yang saya tulis, salah satunya tentang penyebab kegagalan kerja praktek, saya temukan banyak alasan yang membuat mahasiswa memilih untuk gagal KP. Tidak tanggung-tanggung, yang memberi komentar dan masukan adalah para alumni yang sekarang sudah berkarya demikian lama di dunia kerja. Mereka rela membuka luka lama, berbagi dengan jujur dan memberi tips bagi saya dan mahasiswa yang membaca tentang kerja praktek.

Ini juga mengharukan.

Notes juga saya gunakan untuk pasang pengumuman berhubung mereka-mereka yang terkait dengan pengumuman tersebut sebagian besar penghuni setia FB. Dengan begitu informasi dapat tersampaikan dengan baik.

Kejadian terakhir yang rada mengenaskan dan menjengkelkan adalah tragedi nilai akhir semester. Di saat saya hampir selesai mengkompilasi nilai satu matakuliah, baru saya sadari bahwa daftar nilai tersebut terselip. Yakin terselip, tidak hilang, tapi terselip. Tapi masalahnya dimana kah? Di saat yang sudah genting itu. Tidak ada lagi sumber lain kecuali si pemilik nilai yang sebagian sedang pulang kampung untuk libur Natal dan Tahun Baru. Dokumen-dokumen nilai-nilai tersebut sudah saya kembalikan kepada mereka. Jadi bagaimana kontak dengan hampir 30 mahasiswa tersebut? Jawabannya adalah FB.

Saya posting masalah saya dan daftar mahasiswa yang saya perlukan nilainya untuk melengkapi nilai yang terselip entah dimana itu. Dari satu dua orang yang bisa saya kontak di FB, saya dapat no ponsel satu demi satu. Lewat SMS dan YM, gak kalah aktifnya. Akhirnya dalam waktu  sekitar 4-5 jam saya sudah mendapatkan semua no ponsel mahasiswa kelas itu, dan menelepon mereka satu persatu dengan harapan mereka mengingat dua nilai yang saya perlukan. Sebagian ingat, sebagian setengah ingat, sebagian tidak ingat. Apapun hasilnya saya punya kontak mereka. Akhirnya di hari terakhir pengumpulan nilai, tgl 5 Januari 2009, saya dapat mengumpulkan daftar nilai matakuliah tersebut dengan hanya 12 orang yang F (penanda belum lengkap) nilainya.  Hari Sabtu 10 Januari 2009, nilai lengkap sudah, sehingga Senin 12 Januari 2009 saya dapat serahkan nilai ke BIRO AKADEMIK untuk memperbaiki nilai F.

Hal yang menjengkelkan, mengharukan, menggemaskan dan menggelikan adalah hari Senin 12 Januari 2009 siang setelah menyerahkan nilai perbaikan, daftar nilai tersebut ditemukan di tumpukan berkas ujian-ujian matakuliah lain yang selama ini bersama saya.

HAH!!!

Untungnya saya tidak memilih untuk kecanduan dengan aplikasi lain seperti game atau memelihara "hewan" di FB, atau yang lain-lain. Cukup dengan berkomunikasi dan memperluas jaringan dengan orang lain. Ini saja sudah mencandu apalagi kalau dengan aplikasi-aplikasi lain.

Banyak hal yang menarik lainnya di FB:
  1. bergabung dalam tim penerjemah FB versi bahasa indonesia adalah pengalaman lain lagi. Gila ide itu luar biasa. Tim work tanpa bayaran dengan sumber informasi yang luar biasa yaitu orang Indonesia sendiri. Ini social network yang fenomenal.
  2. berbagi kuis dan aplikasi lain 
  3. membuat grup sehingga dapat menemukan orang-orang yang memiliki kesamaan khusus, entah profesi, masa lalu, atau hobby
  4. mengakses katalog perpustakaan pun dapat dilakukan di FB
  5. merayakan hari Natal dengan ornamen dan kado natal maya/virtual lewat FB merupakan bentuk perhatian yang bisa menyentuh orang lain
  6. FB membuat kita selalu ingat ulang tahun teman-teman kita, dan memastikan bahwa di hari ulang tahun kita, pasti ada teman yang memberi selamat.
Daftar di atas masih panjang mestinya, tapi baru hal-hal di atas saja yang baru terekplorasi, mungkin berikutnya akan ada cerita lain.


3 komentar:

Aggy mengatakan...

I loph Facebook juga buuuuuu :D
Memang luar biasa social network site yang satu ini....saya kagum!

Indra Octama mengatakan...

mbak saya dari D3 TI UNS mau tanya ... adakah program ekstensi TI di UKDW????

kalo ada per semester berapa mbayarnya.....

saya sangat membuthkan informasi ini ... please

Ugie mengatakan...

Wah, meski "demam facebook" gak lupa kerjaan kan Bu? He... he... he....