Tampilkan postingan dengan label karya-mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karya-mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Senin, Desember 03, 2012

Tukang Sayur NextGen

Tukang sayur yang berkeliling mengunjungi rumah-rumah di perumahan adalah bagian dari kehidupan keseharian. Sering kali, para tukang sayur tidak hanya membawa apa yang dia sediakan untuk dijual dari rumah ke rumah, tapi juga menyediakan barang-barang pesanan dari pelanggan tetapnya. Sebaliknya, apa yang dibawa tukang sayur kadang tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan  , atau barang yang diinginkan sudah habis terjual. Tukang sayur tidak mampu menyediakan barang selengkap-lengkapnya karena terbatasnya tempat di gerobaknya. Namun demikian keberadaan si tukang sayur ini penting untuk keberlangsungan hidup para pelanggannya. Jika tukang sayur sedang cuti berjualan maka para pelanggan terpaksa ke pasar atau supermarket atau warung terdekat untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.
Ide pentingnya keberadaan tukang sayur yang dapat diandalkan mungkin jadi inspirasi suatu perusahaan di Amerika Serikat bernama Peapod (www.peapod.com). Sejak awal Peapod berjualan barang-barang supermarket, atau pasar tradisional secara jarak jauh, atau online, seperti cerita pada potongan sejarah Peapod yang mulai pada tahun 1989. Mereka delivery pesanan persis seperti tukang sayur, hanya saja mereka hanya mengantarkan apa yang dipesan, tidak berkeliling dari rumah ke rumah menjajakan barang mereka. Tahun 1996 saat Internet lahir Peapod meluncurkan websitenya.  
Fokus perusahaan ini adalah pelayanan terhadap pelanggan. Sejak awal, bisnis mereka sebenarnya jasa antar barang, mereka tidak produksi sendiri barang-barang itu, tapi menyediakan dan mengantarkannya untuk pelanggan. Mereka fokus pada bagaimana membuat pelanggan loyal pada mereka dengan memberi layanan yang membuat para pelanggan nyaman. Dengan adanya website, informasi tentang barang-barang yang mereka sediakan makin mudah untuk disajikan. Tidak hanya itu, konsep operational CRM mereka tingkatkan dengan memberikan kemudahan untuk pelanggan menetapkan jadwal antar seperti pada tampilan penentuan jadwal. 

Peapod tersebar di berbagai negara bagian di Amerika (belum ada di Indonesia), dan sejak awal pelanggan memberikan informasi kode pos area tempat tinggalnya untuk Peapod menentukan cabang Peapod yang akan melayani permintaan atau pemesanan pelanggannya.

Layanan kepada pelanggan tidak berhenti dengan pemanfaatan website saja, tetapi juga memanfaatkan smartphones untuk dapat mendekatkan diri ke pelanggan. Aplikasi Peapod berbasis android memungkinkan pemesanan dapat dilakukan melalui smartphones, dan aplikasi tersebut dapat diunduh di Google play.
Bisnis tukang sayur online versi NextGen ini dapat menjadi inspirasi para tukang sayur di Indonesia, atau memberikan ide kepada kaum muda entrepreneur bahwa ternyata jadi tukang sayur di jaman informasi begini keren juga.  Ada yang mau mencoba?

Sumber : Peapod (www.peapod.com)

Senin, Februari 07, 2011

Lowongan Part-Timer Baru di Perpustakaan UKDW : Asisten PDE-LI

Asisten Pengelolaan Data Elektronik dan Literasi Informasi (PDE-LI). Ini dia jenis part-timer baru yang diperlukan di Perpustakaan UKDW. Untuk kesempatan menjadi asisten PDE-LI kami membutuhkan mahasiswa Teknik Informatika atau Sistem Informasi. Tidak bermaksud mengecilkan kemampuan mahasiswa di prodi lain, tapi karena baru pertama kali, maka kami baru bisa membayangkan bahwa pekerjaan yang berurusan dengan data elektronik akan lebih mudah dikerjakan oleh mahasiswa di kedua prodi tersebut.

Untuk istilah pengelolaan data elektronik mungkin mudah untuk dimengerti, tapi istilah literasi informasi mungkin masih asing. Literasi informasi adalah kemampuan memanfaatkan informasi dalam berbagai format secara efisien dan etis. Nah, di perpustakaan akan ada kelas regular untuk mahasiswa belajar memanfaatkan informasi dan menggunakan secara efisien dan etis. Misalnya mengakses dan melakukan pencarian pada database e-journal, mengevaluasi sumber informasi di Internet, mengenal dan menggunakan search engine, memanfaatkan koleksi umum, referensi dan periodikal di perpustakaan atau menggunakan katalog online serta mencari buku di perpustakaan. Itu semua adalah sebagian dari urusan literasi informasi. Kalau jadi asisten berarti membantu yang mengajar kala kelas berlangsung. Secara rinci ini gambaran kerjanya :

  1. Membantu mengelola penggunaan lab literasi informasi sesuai ketentuan penggunaan lab
  2. Membuat laporan penggunaan lab
  3. Melayani pendaftaran kelas Literasi Informasi
  4. Menjadi asisten kelas Literasi Informasi
  5. Membantu kesulitan pengguna lab dalam menggunakan komputer
  6. Melakukan pemeliharaan komputer di lab secara periodik maupun insidentil
  7. Membantu melengkapi data elektronik: periodikal dan SInTA
  8. Terlibat dalam proyek digitalisasi atau kegiatan khusus perpustakaan yang diatur secara khusus.
  9. Bertanggung jawab kepada Staff Perpustakaan bagian Data Elektronik dan Lab, dan bagian Periodikal.
Kami mencari 5-7 mahasiswa  Teknik Informatika atau Sistem Informasi yang  sedang skripsi atau mengambil matakuliah hanya 1 atau skripsi dan 1 matakuliah.

Bersedia kontrak selama 6 bulan, tidak bekerja di unit lain atau di tempat lain, tidak mendapat beasiswa dari manapun,  IPK >2.5, mahasiswa aktif registrasi (tidak cuti studi), dan mau bekerja shift (08.00-12.30 atau 12.30-17.00).

Bagi yang tertarik dan memenuhi syarat  silahkan menyerahkan :
  1. Surat lamaran yang ditujukan ke Kepala Perpustakaan UKDW dengan mencantumkan no ponsel dan email
  2. Curriculum Vitae
  3. Pas foto 2x3 atau 3x4 berwarna atau hitam putih
  4. transkrip nilai terakhir
  5. fotocopy KRS 1 lembar
Kesemuanya diserahkan paling lambat tgl 18 Februari 2011ke Bpk Sonny/ Ibu Titi di ruang staff  lt 2 ruang baca. Bagi yang lolos untuk wawancara kami SMS untuk hadir pada tgl 21 Februari 2011 di Perpustakaan UKDW.

Ayo bergabung. Yang skripsi jangan takut, Anda akan lebih semangat mengerjakan skripsi di perpustakaan sambil bekerja!!!

Rabu, Februari 02, 2011

Lowongan Part-Timer Sirkulasi di Perpustakaan UKDW

Khusus untuk mahasiswa UKDW yang sedang skripsi. Perpustakaan UKDW membuka peluang untuk bekerja sebagai PETUGAS SIRKULASI. Pekerjaannya adalah melayani peminjaman dan pengembalian buku. Kerja secara shift, 4 jam 30 menit per shift. Kontrak 6 bulan.

Dari banyak pengalaman mereka yang bekerja di Sirkulasi, skripsi mereka banyak terdorong untuk dikerjakan, di sela-sela tidak ada transaksi, mereka mengerjakan skripsi. Melihat mahasiswa lain mengerjakan tugas atau skripsi di perpustakaan ternyata menjadi dorongan tersendiri untuk selesaikan skripsi.  Karena itu kalau memang punya waktu dan berminat. Ayo isi lowongan part-timer di Perpustakaan UKDW. Masih dibutuhkan 4 (empat) orang!

Ini syarat-syaratnya:

  1. Registrasi Aktif/ Registrasi Non Reguler dan Tidak Cuti Studi, pada semester genap 2010/ 2011.
  2. Tidak sedang bekerja di unit lain di UKDW.
  3. IPK sampai dengan semester gasal 2010/ 2011, minimal 2,5.
  4. Bersedia memenuhi kontrak kerja selama 6 bulan.
  5. Mau bekerja keras dan mampu belajar dengan cepat.
  6. Bersedia bekerja dalam tim.
  7. Hanya mengambil Skripsi dan tanpa mata kuliah.


Silahkan mengajukan Surat Lamaran kepada Kepala Perpustakaan UKDW dengan melampirkan:

  1. F.C. Transkrip Nilai s.d. semester gasal 2010/ 2011; 1 lembar
  2. F.C. KRS semester genap 2010/ 2011; 1 lemb
  3. Daftar Riwayat Hidup
  4. FC. sertifikat kerja sukarela dari Biro III (Khusus untuk YKHD)
  5. Pas photo ukuran 3x4; 2 lembar

Berkas Lamaran diserahkan kepada Bapak Eryawan;
setiap hari kerja, pukul: 08.00 – 14.00 WIB, paling lambat hari Rabu,  tanggal 16 Februari 2011.

Selasa, September 23, 2008

Keribetan Semester Baru

Ini bukan hanya semester baru, tapi juga tahun ajaran baru, sehingga perhatian banyak tertuju pada mahasiswa baru, baik strata 1 maupun strata 2. Ada 800an orang baru mendarat di UKDW tahun ajaran baru ini.
Berinteraksi dengan mereka di dalam kelas adalah pengalaman yang seru dan geli. Mereka yang baru saja melepaskan seragam SMAnya ini memasuki dunia perkuliahan dengan antusias dan penuh tanda tanya. Hal-hal yang mengganggu dan menjadi pertanyaan lumrah bagi mahasiswa baru:
  1. jadwal kuliah yang berbeda dari jadwal SMA --> dianggap tidak teratur
  2. tugas yang banyak
  3. bingung atur waktu antara
  4. matakuliah yang serem
  5. dosen yang menimbulkan kecemasan karena gak jelas ngajarnya, strict dan membingungkan
  6. gak ada test susulan
  7. belum punya teman cewek
  8. belum punya komputer sendiri
  9. kuliah melelahkan, dan sering pulang malam
Itulah sebagian dari keluhan mereka. Ada banyak yang merasakan bahwa SMA adalah masa-masa indah, tapi tidak ada yang bersedia mengulanginya dengan kembali ke SMA lagi.
Yah intinya ini masih dalam rangka eforia dan kekagetan.

Di sisi lain, mahasiswa yang sudah tahun ke dua dan seterusnya melanjutkan hidupnya. Tugas-tugas yang menumpuk sudah tidak lagi diributi, tapi masih saja banyak tugas yang tidak dikerjakan dengan maksimal. Mungkin kebiasaan copy-paste masih terlalu sulit dilepaskan karena harganya mahal. Sudah mengurat nadi.

Sisi kehidupan lain, pacar baru membuat hati dan wajah ceria sepanjang hari. Tidak punya pacar sudah jadi makanan sehari-hari. Pendekatan dengan adik tingkat membawa semangat baru. Terlibat proyek dengan dosen ternyata membawa kepusingan yang buat bangga dan kesadaran bahwa ilmu yang diberikan ternyata tidak sia-sia, dan ada cara baru untuk belajar.

Gado-gado.

Jumat, Agustus 15, 2008

Dendanya adalah TIDAK REGISTRASI

Sudah menjadi peraturan bahwa salah satu syarat registrasi adalah tidak ada masalah keterlambatan pengembalian buku perpustakaan dalam batas waktu tertentu. Tanpa penyelesaian masalah ini, mahasiswa tidak registrasi sama sekali.
Ini hari terakhir masa batal-tambah registrasi, dan mahasiswa angkatan 2007 ini datang di akhir hari dan di akhir jam dengan masalah yang berat: 5 buku hilang, 2 sudah dapat dipertanggungjawabkan dan 3 yang lain tidak karuan situasinya. Dua dari 3 berada di tempat temannya, dan temannya sedang pergi. Satunya tidak dapat ditemukan. Keterlambatan pengembalian selama 6 bulan ini bukan di luar kesadarannya. Masalah utamanya adalah LUPA. Itu saja. Usaha di jam 14.30, 30 menit menjelang masa registrasi berakhir untuk semester ini, usaha terakhir adalah minta kebijaksanaan. Artinya adalah, minta dibebaskan untuk registrasi, lalu masalah diurus belakangan setelah registrasi. Ah, teknik itu sudah terlalu umum bagi kami. Yang terjadi biasanya urusan belakangan jadi betul-betul belakang dan akhirnya LUPA. Diblokir untuk tidak dapat pinjam buku selama 1 semester pun tak masalah bagi mereka, karena mereka sudah cukup bisa datang ke kuliah tanpa buku dan tanpa membaca buku. Sistem pembelajarannya memungkinkan itu.

Lalu bagaimana? Masa 30 menit adalah masa kritis baginya, bukan bagi kami. Yang kami tahu koleksi yang jadi tanggung jawab kami harus dapat dipertanggung jawabkan. Itu saja.
Jadi kalau akhirnya tidak registrasi karena tidak dapat mengembalikan buku pada semester ini, ya apa boleh buat.

Semoga ini jadi pelajaran bagi mahasiswa angkatan baru tersebut. Mengherankan, angkata baru saja sudah berani untuk lupa. Yang ini harga lupanya mahal.

Selasa, Juli 15, 2008

Bu, Tersenyumlah!

Baru kali ini ada permintaan sangat sederhana tapi kadang sulit dilakukan yaitu TERSENYUM.

Permintaan ini datang dari seorang mahasiswi yang selalu merasa seram dan takut untuk berkonsultasi denganku. Tugasnya memang tidak selesai dalam satu semester, lanjut ke semester berikut pun belum selesai. Jangan tanya kenapa tidak selesai, yang jelas alasan tidak konsultasi denganku adalah karena aku menyeramkan.
Di semester ketiga untuk tugasnya yang sama itu, aku berkesempatan tanya apa yang bisa kulakukan agar tugasnya yang sudah berumur 3 semester itu selesai. Jawabannya adalah: "Ibu cukup tersenyum padaku, supaya aku tidak takut bertemu Ibu". Rasanya ingin meledak tawaku, tapi berhasil kutahan dalam senyuman yang pasti aneh bentuknya. Baiklah, permintaan sederhana itu ku penuhi saat itu juga dan akan kulakukan, yang penting niatku adalah menolongnya agar tugas 3 semester itu selesai.

Ternyata tidak mudah untuk mengatasi masalah non akademis dan non teknis. Kadang kala masalah non akademis dan non teknis justru lebih besar dari pada masalah akademis yang menuntut kemampuan daya pikir. Mahasiswa-mahasiswa itu semua punya kemampuan akademis di atas normal. Hanya saja tidak semua mau menggunakan kemampuan mereka dengan percaya diri. Tidak mau juga disebabkan karena harga yang harus dibayar tidak enak:
  • waktu belajar lebih panjang,
  • membaca buku lebih banyak,
  • berdiskusi dan bertanya dengan dosen [sereem], dan ...
  • menahan diri dari keinginan-keinginan membuang waktu [beratnya jadi mahasiswa!].
Beberapa dari mereka tidak bisa menerima dirinya tidak lebih pandai dari teman-temannya. Padahal ini bukan masalah kepandaian, ini masalah gaya belajar saja. Ada yang tahu bagaimana caranya memasukkan informasi yang baru ke dalam otaknya, ada yang belum tahu, sehingga nyangkut pun tidak.

Kembali ke kisah mahasiswa yang minta senyumku. Sesudah ku terima syarat itu dan ku ingat baik-baik bahwa senyumku akan membuat tugasnya selesai [hebatnya senyumku ini], aku menunggunya setiap kali jadwal konsultasi. Tapi dia tak juga datang, senyumku belum terpakai. Suatu kali dia datang, di akhir-akhir semester dan tidak dijadwal konsultasi. Lalu, aku berikan jadwal konsultasiku yang sudah aku tempel sejak awal semester. Aku tersenyum dan bertanya: "Sudah pernah baca jadwal konsultasi yang saya pasang sejak awal semester?"[DENGAN TERSENYUM]. Seperti yang kuduga, dia belum pernah tahu jadwal itu.

NO COMMENT!!!

Kamis, April 24, 2008

e-Govt Jogjakarta : Taman Pintar

Dewasa ini, teknologi berperan besar dalam segala lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Ada baiknya bila teknologi dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Untuk itu, pemerintah Yogyakarta telah membangun ‘Taman Pintar’. Taman Pintar merupakan sebuah sarana untuk mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang dikemas dalam satu tempat pariwisata. Dalam tugas ini kami melakukan observasi terhadap dampak penggunaan teknologi informasi di Taman Pintar.

Bertempat di Jalan Panembahan Senopati 1-3, Taman Pintar terbagi menjadi beberapa area, dimana area utama yang kami observasi adalah Gedung Oval. Gedung Oval merupakan pusat pengenalan teknologi kepada masyarakat umum. Untuk masuk ke gedung ini, kami perlu membayar tiket sebesar Rp.3.000 per orang, namun untuk harga tiket anak-anak hanya sebesar Rp.2.000 per orang, dan untuk rombongan sekolah hanyalah Rp.1.500 per orang.

Di dalam Gedung Oval kami menemukan beberapa pemanfaatan teknologi yang ada, seperti permainan pengenalan ilmu pengetahuan dengan media komputer (computer game), penggunaan internet, pemantau aktivitas gunung Merapi, Google Earth dan pengenalan fisika melalui media interaktif. Terdapat pula sebuah televisi yang ditanam di lantai di area sebelah kanan pintu masuk. Televisi tersebut menampilkan film tentang angkasa. Namun sayangnya, penempatan televisi ini kurang menonjol dan menarik, sehingga ada kemungkinan tidak semua pengunjung menyadari keberadaannya.

Permainan-permainan komputer yang tersedia di Gedung Oval ternyata sangat menarik minat para pengunjungnya terutama anak-anak. Beberapa computer game yang tersedia adalah pengenalan tata surya, pengenalan telekomunikasi, pengenalan konstruksi bangunan, pengenalan teknologi komputer, pengenalan teknologi mesin, pengenalan zaman purba dan pengenalan dinosaurus. Para pengunjung dimudahkan untuk memainkan computer games tersebut dengan alat pengontrol berupa joystick. Selain itu terdapat pula cara penggunaan joystick tersebut. Sebenarnya pengenalan ilmu pengetahuan melalui cara ini sangat lah menarik dan efektif, namun sayangnya ada beberapa permainan yang kurang menarik dan kurang berbobot. Misalnya permainan pengenalan teknologi komputer dimana pemain tidak diberi tantangan, hanya menekan tombol Next saja lalu muncul informasi-informasi tentang hardware komputer. Berbeda halnya dengan game pengenalan tata surya dan dinosurus. Pada game-game tersebut permainan yang ada lebih menantang untuk mendapatkan informasi pengetahuan yang ada. Terdapat pula game dari IBM dengan nama Try Science. Game ini sebenarnya sangat menantang, informatif dan interaktif. Permainan ini mengajak kita untuk terlibat dalam sebuah eksplorasi seperti mencari fosil, dimana untuk mencapai tujuan eksplorasi tersebut kita perlu mengerjakan beberapa tahap yang berlandaskan ilmu pengetahuan terutama fisika. Namun sayangnya tingkat kesulitan permainan ini sangat lah tinggi, terutama karena tidak ada fasilitas bahasa Indonesia (fasilitas yang tersedia hanya bahasa Inggris, Spanyol, Italia dan bahasa asing lainnya). Hal ini menyulitkan anak-anak yang akan memainkan game ini terutama tidak pemandu yang mendampingi mereka. Kebetulan saat kami melakukan observasi, terdapat dua anak yang sedang memainkan game ini dan sangat kebingungan dengan bahasa yang harus dipakai serta cara memainkan permainan ini. Akhirnya mereka pun pergi dan tidak melanjutkan permainan ini.

Selain itu tersedia pula beberapa komputer dimana di dalamnya terdapat software interaktif yang menjelaskan tentang berbagai ilmu fisika seperti pengukuran dan vektor. Atensi pengunjung kepada hal ini sayangnya tidaklah tinggi. Kami rasa hal ini dipengaruhi juga oleh ketidaktahuan para pengunjung tentang cara pemakaian komputer. Hal ini juga kami temui pada area penggunaan internet dimana tidak ada satupun pengunjung yang terlihat memanfaatkan teknologi tersebut.

Salah satu teknologi yang sangat menarik perhatian kami dan juga para pengunjung adalah Google Earth. Pada stand Google Earth terdapat seorang pemandu yang memberikan penjelasan tentang penggunaan teknologi ini. Sayangnya versi yang ada adalah versi tahun 2004, sehingga keadaan yang ada tidaklah up to date. Plaza Ambarukmo belum lah terpeta, beberapa daerah kecil juga belum terpeta secara baik, seperti kota Metro yang masih digambarkan dengan kumpulan batu.

Terdapat pula pemantauan aktivitas dan cuaca Gunung Merapi secara langsung yang dapat menyajikan informasi gunung merapi secara live. Alat pemantau Gunung Merapi ini diletakkan di Desa Kinahrejo (desa tempat tinggal Mbah Marijan).

Fasilitas-fasilitas yang ada di Taman Pintar sebenarnya sudah mendukung pembelajaran teknologi informasi, namun alangkah baiknya apabila setiap rombongan pengunjung didampingi oleh satu tour guide yang dapat menjelaskan setiap fasilitas yang ada. Memang di beberapa stand sudah terdapat pemandu namun mereka tidak banyak membantu untuk fasilitas lainnya.

Ardhian-Agatha-Ivan mahasiswa Sistem Informasi UKDW

komplain plagiarisme ke : othie@ukdw.ac.id

Senin, April 21, 2008

Jogja e-Govt : Mobile Jogja 2740

Seiring dengan berkembangnya kota yogyakarta sebagai kota pelajar dan salah satu kota tujuan wisata, maka kebutuhan masyarakat umum baik yang berasal dari luar ataupun masyarakat jogja sendiri atas informasi yang aktual dan akurat semakin meningkat. Informasi-informasi yang dibutuhkan secara cepat dan teraktual antara lain meliputi informasi layanan publik yang ada di kota jogja serta informasi-informasi yang berkaitan dengan potensi daerah yang ada di kota yogyakarta.

Melihat perkembangan kota jogja yang semakin pesat dan kebutuhan akses informasi yang cepat bagi penduduknya maka pemerintah kota yogyakarta pada awal tahun 2005 mencanangkan peningkatan e-goverment di segala bidang pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan, yang diharapkan dapat menjadi batu loncatan untuk perkembangan teknologi informasi di kota yogyakarta dimasa yang akan datang. Isu yang muncul dari permasalahan kebutuhan informasi ini adalah bagaimana informasi tersebut dapat diakses kapan saja dan dimana saja kita berada, dengan tujuan agar didapatkan peningkatan kualitas dan efesiensi dalam penyebaran informasi.

Penerapan TI untuk penyelesaian masalah
Pemerintah kota yogyakarta sebagai penyedia layanan publik, berusaha untuk mengakomodasi semua kebutuhan data dan informasi tersebut kedalam sebuah layanan aktual, cepat dan terjangkau oleh masyarakat luas dengan mengembangkan layanan Mobile Jogja. Mobile Jogja adalah sebuah sistem penyedia layanan dan informasi menggunakan handphone/telepon seluler berbasis SMS(short message service) untuk kepentingan internal pemerintahan ataupun warga masyarakat yogyakarta. Alasan Pemkot Yogyakarta menggunakan telepon seluler sebagai sarana penyampaian informasi, karena telepon seluler menjadi sarana alternatif komunikasi masyarakat yang dapat dengan cepat mengakses informasi yang akurat dalam waktu yang singkat dan murah.

Layanan ini lebih dikenal dengan nama Mobile Jogja 2740, layanan ini adalah hasil dari kerja sama Pemkot yogjakarta dengan Gama Tecno UGM yogyakarta dan seluruh operator selular seperti Indosat, Telkomsel, Telkom, dan Pro XL. Dalam pelaksanaannya layanan ini bekerja untuk pengembangan , pengelolaan, dan pemeliharaan data centre/pusat data untuk mendukung layanan Value Added Short Message Service(VASMS) yang dapat diakses melalui kode 2740 dan tidak terbatas pada operator layanan telekomunikasi. Layanan ini merupakan layanan terpadu yang dikelola oleh UPIK(Unit pengelola informasi dan keluhan) yang bertujuan untuk mengakomodir aspirasi dan keluhan yang ada di masyarakat Yogyakarta yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah kota, sekaligus dengan nomor kode akses 2740 masyarakat jogja dapat mencari informasi mengenai kota Yogyakarta secara cepat dan murah. Layanan yang disediakan oleh Mobile Jogja 2740 dapat dilihat dengan mengetik ‘JOG INFO’ dan kirim ke 2740, layanan yang disediakan oleh Pemkot jogja meliputi info kota, hotel, sekolah, jalur bis, pesawat dll.

Penerapan dari Program Mobile Yogya 2740 membawa hasil yang menguntungkan dan juga mempunyai kekurangan, Beberapa keuntungan dari fasilitas Mobile Jogja:
  • Masyarakat dimudahkan dalam mendapatkan informasi,
  • Layanan yang praktis, masyarakat dapat dengan mudah mengakses kapan saja dan dimana saja informasi dengan menggunakan layanan sms.
  • Menggali potensi-potensi daerah
  • Meningkatkan layanan publik
  • Memperlancar kegiatan bisnis
  • Mendorong proses digitalisasi data, hal ini dapat mendorong akselerasi implementasi e-Government secara keseluruhan
  • Meningkatkan brand image Kota Yogyakarta
  • Meningkatkan pendapatan daerah.
Beberapa Kekurangan fasilitas Mobile Jogja:
  • Tergantung pada sinyal operator handphone di tempat pengakses
  • Informasi yang ada, hanya informasi yang sudah terdaftar di pemkot Yogyakarta

dilaporkan oleh : Edy Gunawan, Riki Yuldi, Heiritho NG
[keluhan plagiarisme ditujukan ke othie@ukdw.ac.id]

Selasa, Maret 25, 2008

ASISTEN DOSEN

Seringkali tidak disadari oleh para asisten bahwa penampilan mereka menjadi contoh bagi adik-adik praktikannya. Ketika mereka mengajar, ada teladan yang disampaikan, bukan hanya sekedar materi praktikum yang harus selesai dipresentasikan dalam waktu 3x50 menit. Lebih dari sekedar materi, mereka juga menyampaikan nilai-nilai yang mereka anut, prinsip yang mereka pegang, kebiasaan yang membangun mereka, dan bahkan cara berpikir yang membuat mereka menghasilkan solusi dari permasalahan.

Apa jadinya ketika para asisten dosen (asdos) tidak menyadari itu semua, sehingga melihat profesi asisten adalah peluang mendapatkan uang, popularitas, kedekatan dengan dosen, koneksi, fasilitas lebih dan kesempatan kelihatan lebih pintar daripada yang diajar?
Ya.. mereka akan mengajar sekenanya. Anggap enteng bahan praktikum. Buat soal pada detik-detik terakhir sehingga solusinya tak disadari melebihi cakupan materi yang mereka sudah sampaikan. Datang sekenanya, kalau terlambat pun tanpa ada rasa salah karena status asdos jadi tameng pembenaran. Presentasi asal cuap-cuap, gak masalah yang mendengar mengerti atau tidak yang penting presentasi sudah selesai. Penampilan seketemunya: kaos oblong sandal jepit pun jadilah.. ASISTEEEENNNNN. Hah!! Sedihnya!!

Apa guna otak pintar tak tahu santun? Apa guna kemampuan tanpa EQ?

Jadi ingat asisten-asisten jaman dulu. Mereka seperti kakak sendiri. Tempat bertanya nomor satu, karena takut tanya pada dosen. Tempat berkeluh kesah dan curhat. Mereka dihormati, karena itu mereka populer. Ada asisten favorit karena murah hati, perhatian, sabar, dan mengajarnya bersaing dengan dosennya [kadang malah lebih bagus dari dosennya]. Mereka tampil lebih dewasa dengan penampilan formil, dan datang tepat waktu. Mereka saling menghargai sesama asisten. Ketika mereka marah, itu karena mereka punya alasan untuk membangun kami. Persiapan mereka tidak main-main. Uang di jaman dulu gak seberapa. Ada yang naik sepeda, ada yang bajunya hanya itu-itu saja, ada yang bercokol di lab lebih lama dari lain karena tidak punya komputer sendiri untuk persiapan. Lebih lagi, mereka tak pernah kehabisan kata-kata untuk beri apresiasi atas hasil kerja praktikannya dan memberi semangat ketika ada yang ketakutan dengan monster pemrograman. Di luar jam praktikum pun, mereka masih mau menjawab pertanyaan, dan beri solusi di tengah-tengah perjuangan akademik mereka yang lebih berat.

Masih ada enggak ya semangat dan perilaku seperti itu? Mungkin masih ada harapan. Mereka tidak melakukan mungkin karena tidak menyadari, mungkin karena tidak tahu, dan mungkin karena tidak mendapat contoh.

Senin, Maret 17, 2008

Rekonsiliasi

Bermasalah dengan diri sendiri sama sulitnya dengan bermasalah dengan orang lain. Lebih lagi jika masalah dengan diri sendiri membawa kita bermasalah dengan orang lain. Itu buat dunia jadi ruwet. Masalah yang ada di kalangan mahasiswa adalah masalah akademik [seharusnya] tapi nyatanya masalah akademik banyak dipengaruhi oleh yang tidak akademik atau intelektual. Putar-putarnya masalah inilah yang mau diuraikan atau paling tidak diungkapkan keruwetannya di acara Malam Keakraban Mahasiswa Sistem Informasi UKDW angkatan 2007. Biarpun judulnya Malam Keakraban, nyatanya acara berlangsung dari pagi sampai sore di hari berikutnya, total 32 jam. Mereka-mereka di foto kanan atas lah yang bertanggung jawab untuk acara-acara yang digelar: dari persiapan, pendaftaran, penyelenggaraan dan penyemangat bagi mahasiswa angkatan 2007 yang tidak punya gambaran tentang acara ini. Yang penting kudu ikut!!!

Nyatanya mereka menikmati acara-acara dari yang serius sampai yang gila-gilaan. Semua acara mengacu pada satu tujuan: rekonsiliasi dengan diri sendiri dan orang lain. Orang lain di sini lebih terkhusus dengan para asisten dosen atau kakak pengajar praktikum. Maklum, praktikum jadi suatu beban khusus lantaran di praktikum inilah kemampuan dan ketrampilan mereka kelihatan membanggakan atau memalukan.

Dimulai dengan sekedar mendengar curhat kakak-kakak kelas mengajak mereka untuk buka mata dan hati, ternyata tidak hanya mereka yang punya masalah akademik, tidak hanya mereka yang merasa gagal, dan tidak hanya mereka yang merasa tak mampu dengan momok PROGRAMMING. Kakak-kakak kelas mereka yang curhat tanpa malu itu terang-terangan buka borok mereka dan ternyata itu melegakan lalu bawa mereka berani untuk terang-terangan bicara tentang masalah mereka di praktikum di depan para asisten dosen yang gak kurang nekadnya.

Ada perbincangan di antara mereka, ada keluh kesah yang diungkapkan, dan yang paling indah adalah ada permintaan maaf dan pengakuan kesalahan di hadapan semua. Mengharukan dan membanggakan. Mereka tidak bertengkar, mereka tidak berselisih paham sekalipun ada yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus [ berpipi tembem, dan kalau ketawa tak lihat siapa-siapa].
Adik-adik yang terkesima ini pun mau mengakui kalau terpaksa kasih contekan ke teman-temannya karena takut tak punya teman, mau mengakui kalau menyontek karena hanya ingin dapat nilai baik. Tapi mereka juga mengakui bahwa mereka tidak dapat apa-apa ketika hanya melakukan copy+paste program-program tugas praktikum.
Para asisten dosen juga mengakui kalau kadang kurang persiapan, tak mampu menjawab semua pertanyaan, tak ada waktu untuk koordinasi, kadang-kadang terlalu galak, atau bahkan kadang-kadang malah ajak main game alih-alih konsentrasi pada praktikum.
Semua uneg-uneg tumpah, dan tidak hanya kepada para asisten dosen, tapi juga kepada dosen. Intinya mereka semua sebenarnya normal dan baik-baik saja: sehat, dan gembira. Hanya saja mereka sering kali tidak menyadari banyak hal yang belum mereka lakukan: menata waktu lebih baik, mencoba lagi kalau belum bisa, berlatih dengan soal-soal yang sudah ada, bertanya, membaca buku dan belajar dengan gaya yang mereka suka. Tidak ada masalah dengan kepandaian mereka. Hanya mereka belum melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan supaya kemampuan mereka yang terpendam itu muncul, bersinar dan membuat orang berdecak kagum !!!! Gile bener.
Jadi akhir dari uneg-uneg itu adalah kemesraan seperti foto kemesraan dua orang yang lain ortu tapi kok bisa mirip. Dua orang yang mirip dan lambang rekonsiliasi sudah dicapai antara praktikan dan asisten praktikumnya.
Acara penutup penuh dosa adalah permainan dengan air: lempar balon air, isi ember dengan air, makan semangka, gigit sendok, menyeberang dengan kayu-kayu, dan terakhir gigit koin dalam tepung [menjijikkan memang]. Ah.. muka mereka sudah tak karuan!!! Pertama kali mereka basah, setelah itu mereka penuh tepung, persis seperti mendoan.
Ini adalah kesempatan emas bagi para praktikan untuk melegakan hati dengan membuat basah para asistennya. KAPAN LAGI. Kalau sudah begini biarkanlah mereka lega dan merasakan kebebasan sebelum melanjutkan lagi perjuangan menjadi lebih baik. Setengah semester masih harus dijalani di semester ini. Masih ada harapan untuk memperbaiki performa diri semester ini. SEMANGAT sekalipun wajah sudah kayak mendoan.

Wajah-wajah mereka dapat dilihat lebih lengkap di album ini :
Makrab SI Angkt 2007

Selasa, Februari 19, 2008

dash express: the smart GPS

Saat ini banyak masyarakat yang mobilitasnya tinggi sehingga memilih mobil sebagai alat transportasi yang dianggap lebih cepat dibanding alat transportasi darat lainnya. Begitu banyak masyarakat yang menggunakan mobil ini mengakibatkan sering terjadi kemacetan. Tentu saja hal ini sangat mengganggu para pengguna mobil yang umumnya memiliki jadwal kegiatan yang padat. Untuk mengatasi hal itu, dikembangkanlah teknologi GPS yang lebih efiesien dan berguna bagi masyarakat.

Perusahan DASH Navigation mengeluarkan produk GPS pertama yang secara permanen terkoneksi ke internet. Alat ini dinamakan Dash Express. Awalnya, tujuan utama dari Dash Express adalah mengumpulkan data dari jaringan pemilik alat mereka untuk mencari jalan yang tidak macet. Alat ini bisa menerima informasi tentang kemacetan lalu lintas dari sejumlah sumber berbeda termasuk alat milik orang lain. Tidak hanya itu GPS ini mampu mendownload jadwal film di bioskop, mencari tempat parkir yang kosong, mencegah jalan yang macet dengan cara mencari alternatif jalan lain yang tidak macet, mencari tempat bensin yang menjual dengan harga paling murah.

Dash Express memiliki dua sistem konektivitas sekaligus, yaitu selular dan Wi-Fi yang bisa memberi informasi seluruh dunia melalui Internet dan jaringan pengguna alat ini.

Secara selular, sistem di alat ini mampu menampilkan data lalu lintas atau traffic saat itu juga yang datang dari jaringan pengguna alat ini. Jadi, masing-masing pengguna dapat mengetahui letak, arah dan data dari pengguna lain. Sedangkan konektivitas menggunakan Wi-Fi dapat memberikan informasi POI (Point of Interest) melalui database Yahoo local.

Fungsi utama Dash Express antara lain :

  1. Dash Network Traffic
  2. Destination Search
  3. Send to Car

Dash Network Traffic adalah sebuah fitur yang mampu memilih rute terbaik yang telah direkomendasikan bagi pengendara. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan historical traffic (peta yang berisi jalan-jalan utama) bawaan alat ini. Jika kita menggunakan alat ini dan melalui sebuah jalur yang baru dan tidak ada di jalur bawaan alat ini, maka kita dapat merekamnya. Selain itu, kita bisa menggunakan Real Time Traffic Data, yaitu informasi mengenai traffic dari pengguna Dash lainnya yang akan dikirimkan ke pengguna-pengguna Dash.

Destination Search memampukan kita untuk mencari segala informasi dari Internet. Tidak hanya informasi tentang jalan, tetapi kita bisa mengupdate jadwal film atau mengetahui informasi tempat-tempat umum dan khusus lainnya melalui Internet.

Kita bisa mengakses alamat web tanpa harus mengetikkan secara manual dengan menggunakan fitur Send to Car.

Fitur tambahan lainnya antara lain fitur navigation standart yang terdapat di GPS pada umumnya. Seperti turn by turn direction dan text and voice guidance. Kelebihan lainnya seluruh peta dan POI akan terupdate secara otomatis dan Over the Air.

Penggunaan alat ini akan membantu mengurangi kemacetan karena tiap pengguna Dash Express dapat mengetahui jalur terbaik bagi perjalanannya. Selain itu, pengguna Internet akan semakin meningkat karena Dash Express terkoneksi dengan Internet. Efisiensi waktu bagi pengendara mobil dan kita tak perlu takut tersesat karena Dash Express dilengkapi dengan peta dan alat perekam.

Semoga saja kelak, alat ini akan membantu masyarakat Indonesia, terutama Jakarta terlepas dari kemacetan.

Referensi:

Dash Express menuju navigation 2.0 online di http://goject.com/2007/01/23/dash-express-menuju-navigation-20/. Tanggal akses 14 Februari 2008.-- Dash Express online di http://www.dash.net/product.php. Tanggal akses 14 Februari 2008.

[paper ditulis oleh Fefe-Vira-Ronny sebagai paper tugas Komputer dan Masyarakat semester Genap 2007/2008]

openID

Ketika kita membuat sebuah account baru di Yahoo!, ada beberapa data yang harus kita isi seperi nama, e-mail, negara, dll. Lalu suatu saat kita memutuskan untuk membuat account di Facebook, lagi-lagi kita harus mengisi data. Semakin banyak account yang kita miliki, semakin banyak pula username dan password yang harus kita hafalkan. Bukankah akan lebih praktis jika ada satu username dan password yang dapat dipakai oleh semua website?

OpenID, sebuah teknologi baru yang menerapkan konsep satu identitas untuk semuanya. Proyek ini diprakrasai oleh Brad Fitzpatrick yang bekerja di LiveJournal pada akhir tahun 2005. Dengan adanya OpenID ini, kita akan mendapatkan account yang dapat berfungsi sebagai account di web lain yang terdaftar. Misalnya, kami membuat sebuah account OpenID yaitu http://drav1g4.myopenid.com, maka kami dapat menggunakan account tersebut untuk login, misalnya saja di http://www.xhtmlchallenge.com, tanpa perlu melakukan registrasi seperti biasa.

Fitzpatrick yang disebut sebagai Bapak OpenID mengatakan bahwa OpenID bukanlah milik sebuah organisasi maupun individu tertentu. OpenID dapat kita miliki secara gratis dari beberapa provider OpenID yang tersedia seperti http://myopenid.com, http://myvidoop.com, http://getopenid.com, dan lain-lain. Walaupun OpenID tidak dimiliki oleh pihak manapun, namun keberadaannya tetap harus dilindungi. OpenID Foundation didirikan pada awal tahun 2006 dan merupakan Foundation yang bersifat non-profit. Tujuan utama OpenID Foundation adalah melindungi OpenID dan mempromosikan OpenID sehingga teknologi baru ini nantinya dapat digunakan oleh semua orang dan website. Pada awal tahun 2006, OpenID digunakan oleh kurang dari 20 juta pemakai dan hanya kurang 500 website yang bisa mendukung teknologi ini. Dengan adanya OpenID Foundation yang melakukan kerjasama dengan beberapa website ternama, saat ini terdapat 250 juta pengguna dan lebih dari 10.000 website yang sudah mendukung OpenID. Angka ini pun terus menerus berkembang setiap tahunnya. Beberapa website ternama yang sudah bergabung dengan fondasi ini adalah AOL, LiveJournal, WordPress dan masih banyak lagi. Account kita di website tersebut dapat dijadikan sebagai account OpenID. Pada akhir Januari kemarin, website ternama seperti Yahoo!, Google, IBM juga telah bergabung ke fondasi ini.

Untuk menggunakan OpenID, pertama-tama kita harus memiliki sebuah account OpenID yang bisa kita dapatkan dari salah satu provider OpenID. Setelah mendapatkan username yang berupa URL, kita dapat langsung login menggunakan URL tersebut pada situs yang akan kita kunjungi (XHTMLChallenge Misalnya). Situs tersebut akan mengkonfirmasi kebenaran username yang telah kita masukkan dengan cara menghubungi provider. Provider akan meminta user untuk login ke situs provider, bila hal itu belum dilakukan. Setelah melakukan validasi ini maka provider akan mengirimkan informasi pribadi kita ke situs yang ingin kita kunjungi.

OpenID memberikan dampak yang sangat besar terutama bagi para pengguna Internet dan pengelola website. Tentunya bagi pengguna Internet regular, OpenID mengeliminasi registrasi account pribadi secara berulang-ulang, dan juga memberikan cara login yang lebih simple. Bagi pihak pengelola website, OpenID sangat berguna karena meminimalisasi biaya pengelolaan data pengguna, dan sekaligus mengembangkan jaringan, karena semua website yang telah mendukung OpenID digabungkan dalam satu list yang dapat dilihat di http://openiddirectory.com.

OpenID juga masih memiliki kelemahan seperti kelemahan keamanan dan rentan terkena serangan phishing. Proses authentikasi dengan provider juga dianggap sebagai kelemahan karena menambah kompleksitas system. Selain itu masih ada website yang belum menerapkan OpenID secara benar karena masih meminta data pribadi ketika melakukan proses login dengan OpenID, seperti misalnya http://sudokular.com.

Kesimpulan yang kami dapatkan adalah OpenID merupakan teknologi yang patut digunakan karena sifatnya yang sangat praktis dan mudah digunakan bagi masyarakat . Semoga teknologi OpenID ini dapat semakin disempurnakan dan dikembangkan.

Referensi: Raharjo, Willy Sudiarto. “OpenID: Single Identity Everywhere”.SIMIX Volume II/Edisi2 Desember 2007-Januari 2008.--http://en.wikipedia.org/wiki/OpenID diakses 13 Februari 2008 --http://openid.net/ diakses 13 Februari 2008 -- http://www.xhtmlchallenge.com diakses 14 Februari 2008 -- http://myopenid.com diakses 15 Februari 2008 - http://sudokular.com diakses 16 Februari 2008 --- http://openiddirectory.com diakses 16 Februari 2008

[paper ditulis oleh : Agata-Ivan-Ardian sebagai tugas Paper matakuliah Komputer dan Masyarakat Semester Genap 2007/2008]