Rabu, Juli 28, 2010

User Experience

Demam Piala Dunia 2010 sudah lewat. Lagu Waving Flag sudah reda gemanya, dan goyangan asyi Shakira yang ber-Waka Waka mulai sirna dalam bayangan. Anak-anak masih semangat main bola di open space di lingkungan rumah mereka yang sangat terbatas. Pernik-pernik asesoris Piala Dunia 2010 seperti mug, kaos, boneka dan kaos mini berbendera negara-negara yang ikut Piala Dunia. Kaos mini itu masih saya lihat di salah satu supermarket besar. Saya tidak tahu harganya saat moment Piala Dunia 2010 berlangsung. Tapi yang jelas harga yang tertera di barcode itu sekarang sudah ada catatan tambahan beli 1 bonus 4. Harga sama dapat 5 buah.

Apa yang berperan mengubah harga itu? Moment Piala Dunia 2010 sudah lewat. Ketika moment itu sudah lewat, maka asesoris atau atribut-atribut itu sudah ikut lewat masa popularitasnya. Mengenakan atribut pada momentnya memberikan rasa yang berbeda dibanding mengenakan atribut yang sama setelah moment itu lewat. Rasa atau pengalaman tertentu penggunaan atribut atau barang disebut User Experience. Ternyata user experience itu mempengaruhi harga barang itu. Pasti beda rasanya menggunakan asesoris Piala Dunia 2010 pada momentnya dibanding setelah momentnya hilang.

User Experience lain juga terjadi pada ponsel-ponsel tertentu yang memiliki warna yang berbeda dari warna lain yang sudah umum. Misalnya jika ada 2 warna ponsel PINK dan HITAM yang sama serinya, maka ponsel PINK bisa terjual dengan harga yang lebih dari yang HITAM. Kenapa karena RASANYA yang ditimbulkan oleh warna PINK berbeda. Teknologi boleh sama, rasanya berbeda.

1 komentar:

Ratnaa Kurnia mengatakan...

thanks for information,,nice article
ST3Telkom